Beranda / Berita / Pertemuan Rutin FPPTI (FPPTI) Jawa Barat

Pertemuan Rutin FPPTI (FPPTI) Jawa Barat

Manterawu, 22 Februari 2017

Pertemuan rutin Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi Indonesia (FPPTI) Jawa Barat kali ini terasa istimewa. Karena pada pertemuan rutin kali ini, diawali oleh The Grand Launching Telkom Univeristy Openlibrary 2017 yang baru saja di relokasi dari Gedung Bangkit ke Gedung Manterawu. Telkom University Openlibrary merupakan salah satu bentuk pengejawantahan cita-cita Telkom Univeristy untuk mencerdaskan anak bangsa. Menurut Rektor Telkom University Prof. Mochamad Ashari, Ph.D untuk mendukung eksistensi perpustakaan diperlukan sinergi tiga elemen yaitu tempat, isi dan layanan. Relokasi gedung perpustakaan berkonsep green futuristic ini merupakan bentuk penyediaan tempat bagi pemustaka baik dari kalangan civitas akademika maupun masyarakat umum untuk mengakses informasi. Dikemas dengan apik dan menarik, grand launching ini dihadiri oleh Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI), Drs. Muhammad Syarif Bando, MM; Kepala BPAD Jawa Barat; Kepala BPAD Kota Bandung; Kepala BPAD Kabupaten Bandung; Perwakilan dari UNISBA; dan pimpinan di lingkungan Telkom University.

Setelah di launching di lantai 1 Gedung Manterawu, tamu undangan dan peserta seminar diberi kesempatan untuk meninjau langsung Telkom University Openlibrary di lantai 5. Fasilitas dengan konsep baru, desain menarik dan segar, memberikan ruang untuk berbagi pengetahuan dan melahirkan ide-ide baru.

Pertemuan dilanjutkan dengan seminar bertema “Peran Pustakawan dalam Gerakan Open Access untuk Perkembangan Ilmu Pengetahuan”. Dibawakan oleh tiga pembicara yaitu Khairul Umam dari Perpusnas RI, Ismail Fahmi Ph.D inisiator Indonesia One Search, dan Ama Suyanto, DBA Wakil Rektor III Telkom University sekaligus inisiator open akses di Telkom University. Menurut Khairul Umam, open access menawarkan cara untuk memecahkan masalah terkait keterbatasan akses informasi ilmiah karena kendala geografis, anggaran, waktu, kebijakan, dan lain-lain. Oleh karena itu menurut Ismail Fahmi perpustakaan memiliki peran penting untuk keberlanjutan komunikasi ilmiah. Dan pustakawan berperan dalam pengembangan dan pengelolaan repositori open akses, mempromosikan manfaat dari hasil penelitian, mendukung peneliti, dan mengintegrasikan repositori dengan portal open access di Indonesia dalam hal ini Indonesia OneSearch. Di sesi terakhir seminar, Ama Suyanto berbagi pengalaman pengembangan open access di Telkom University. Dalam pemaparannya, Ama Suyanto menjelaskan tujuan pengembangan open access di Telkom University yaitu berbagi pengetahuan dan mencerdaskan kehidupan bangsa.

Kami merasa beruntung dapat melihat secara langsung perpustakaan yang tidak melulu mengembangkan konten tetapi juga memberikan perhatian pada penyediaan ruang bagi pemustaka dan pengembangan layanan. Konsep openlibrary mengingatkan kami untuk membuka diri kepada masyarakat luas sehingga dapat mengikis stereotip “menara gading” yang melekat erat dengan dunia pendidikan tinggi.

bad libraries build collections, good libraries build services, great libraries build communities

-R. David Lankes-

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10