Beranda / Berita / Pertemuan Rutin III dan Seminar “Library Therapist Sebagai Inovasi Untuk Meningkatkan Kualitas Layanan” Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi (FPPT) Wilayah Jawa Barat

Pertemuan Rutin III dan Seminar “Library Therapist Sebagai Inovasi Untuk Meningkatkan Kualitas Layanan” Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi (FPPT) Wilayah Jawa Barat

 

WP_20140916_013

Pertemuan rutin FPPT Jabar yang diselenggarakan pada hari Selasa, 16 September 2014 di Universitas Muhammadiyah Cirebon membuka wawasan pustakawan untuk meningkatkan kompetensi diri dengan melakukan inovasi layanan, mengikuti sertifikasi pustakawan, dan pustakawan berprestasi.

Seminar yang bertajuk “Library Therapist sebagai Inovasi untuk Meningkatkan Kualitas Layanan” yang dibawakan oleh Susanti Agustina, S.Sos., M.I.Kom., CH, CHt (Dosen Universitas Pendidikan Indonesia) memaparkan bahwa saat ini, perpustakaan dapat mengembangkan layanan dalam bentuk layanan Library Therapy. Keberadaan Library Therapy, mencoba mempertemukan perpustakaan dalam hal ini buku dengan dunia psikologi maupun konseling. Perpustakaan menjadi salah satu alternatif wahana penyembuhan dengan metode terapi buku (bibliotheraphy). Hal tersebut menjadi inovasi baru bagi perpustakaan sesuai dengan fungsi perpustakaan yaitu interpretasi untuk melakukan kajian dan memberikan nilai tambah terhadap sumber-sumber informasi yang dimilikinya untuk membantu pengguna. Bibliotherapy bertujuan membantu seseorang memecahkan permasalahannya melalui literatur, buku, dan sumber informasi lainnya. Layanan bibliotheraphy dapat dilaksanakan secara personal atau pun klasikal dengan metode role playing, writing, atau pun speaking disesuaikan dengan kondisi peserta. Dibutuhkan latihan dan keahlian membaca dari pustakawan serta kemampuan komunikasi persuasif atau komunikasi figure otoritas, melalui hypnosis.

Selain melakukan inovasi dalam layanan, pustakawan pun diharapkan aktif mengembangkan diri dengan mengikuti kegiatan sertifikasi pustakawan dan calon pustakawan berprestasi Jawa Barat 2015. Sharing tersebut disampaikan oleh Kepala Perpustakaan Universitas Kristen Maranatha, Neilany Edwina, M.Si. yang baru saja mengikuti sertifikasi pustakawan yang diselenggarakan oleh PNRI. Hilman Firmansyah (Juara III Pustakawan berprestasi terbaik Jawa Barat 2013) menggaris bawahi bahwa inovasi pustakawan merupakan poin penting dalam penilaian pustakawan berprestasi.

Pertemuan rutin dan seminar ini memberikan pengetahuan dan wawasan baru sehingga mendorong pustakawan berpikir dan bertindak kreatif, inovatif dalam memberikan layanan perpustakaan dan meningkatkan kompetensi diri.