Beranda / Berita / Seminar Pustakawan Antikorupsi “Integrity, Leadership: 21st Century Competency for Information Officer/ Librarian”

Seminar Pustakawan Antikorupsi “Integrity, Leadership: 21st Century Competency for Information Officer/ Librarian”

G-2 Pustakawan Anti Korupsi

 

Pertemuan Pustakawan Antikorupsi “Integrity, Leadership: 21st Century Competency for Information Officer/ Librarian” yang diselenggarakan pada hari Senin, 27 Oktober 2014 di Auditorium KPK merupakan kerjasama antara Komisi Pemberantasan Korupsi dengan ISIPII. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk pengenalan kepada masyarakat khususnya pustakawan mengenai tugas KPK selain menindak kejahatan korupsi yaitu pencegahan.

Wakil Ketua KPK, Busyro Muqqodas mengungkapkan bahwa perpustakaan merupakan jantung sebuah Negara. Perpustakaan merupakan kekayaan jiwa mempunyai peran sejarah yang dikemas dalam sebuah data base dan dikelola oleh pustakawan. Oleh karena itu pustakawan harus berintegritas. Deputi Bidang Pencegahan, Johan Budi SP menjelaskan mengenai ACCH (Anti Corruption Clearing House). Sebuah portal web yang dikembangkan oleh Komisi Pemberatasan Korupsi (KPK) sebagai wadah online yang berisi data dan informasi publik mengenai antikorupsi. Portal tersebut bisa diakses di http://acch.kpk.go.id/home. Portal ACCH juga mendorong keberadaan perpustakaan KPK. Johan Budi mengungkapkan bahwa pelaku korupsi semakin muda. Oleh karena itu setiap individu mempunyai peran untuk memberantas korupsi.

Sejalan dengan Johan Budi, Harkrisyati Kamil (Pendiri Ikatan Sarjana Ilmu Perpustakaan dan Informasi Indonesia) mengungkapkan bahwa korupsi harus ditentang karena dampaknya terhadap kehidupan orang. Semua warganegara termasuk pustakawan harus terlibat dalam melawan korupsi. Oleh karena itu, pustakawan dituntut lebih peka pada isu masyarakat, meningkatkan kompetensi dan pengetahuan terkait Library Information System, pemberdayaan TIK termasuk mengikuti internet Governance Forum –Indonesia, keluar dari zona nyaman bergaul dengan komunitas lain, dan memahami IFLA Manifesto onTransparancy, Good Governance and Freedom from Information. Melengkapi pemaparan Harkrisyati Kamil, Utami Budi Rahayu Hariyadi (Koordinator Program Studi Ilmu Perpustakaan, Departemen Ilmu Perpustakaan dan Informasi FIB UI) menjelaskan bahwa Pustakawan/ professional informasi harus memahami kompetensi dan nilai (competencies and values) yang diselaraskan dengan tuntutan perkembangan kebutuhan informasi pemustaka di abad 21. Serta diharapkan memahami keterampilan kepemimpinan (leadership skills: visi, komunikasi, terpercaya) dan keterkaitannya dengan nilai integritas.

Semoga pustakawan semakin memahami kewajiban etika dan profesi dalam peranannya sebagai warga Negara khususnya mencegah terjadinya tindakan korupsi, membentuk diri menjadi pustakawan yang berintegritas dan berkualitas.

WP_20141027_010--editFotor01028102115
WP_20141027_013--edit